Sabtu, 31 Maret 2012

Makalah Arab Pra Islam


DISUSUN OLEH

Lia Ardaleni                 352010023
Prodi                             Pendidikan Sejarah
Semester/Kelas              IV/A
Mata Kuliah                 PerkembanganIslam Di Indonesia


Dosen Pembimbing : Apriana M.Hum


FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN
UNVERSITAS MUHAMMMADIYAH PALEMBANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1.Latar belakang
Kehidupan bangsa Arab sebelum diutusnya Rasulullah berada dalam kekacauan yang luar biasa. Mereka menyekutukan Allah, banyak berbuat maksiat, tidak memiliki norma, percaya kepada khurafat, dan berbagai bentuk kebobrokan moral lain.
Permulaan zaman Jahiliyah tidak ditentukan permulaannya. Tidak dicatatkan dalam mana-mana rekod bertulis mahupun bukti artifak yang menunjukkan bila zaman Jahiliyah bermula. Hanya al-Qur'an menyatakan zaman tersebut adalah sebelum Islam yaitu zaman sebelum turunnya Al-Quran. Namun, maksud ayat-ayat Al-Quran menunjukkan zaman tersebut adalah seperti berikut:
  • Zaman tidak mempunyai nabi dan kitab suci.
  • Tidak mempunyai peradaban dan ketamadunan.
  • Masyarakat tidak berakhlak, angkuh dan bongkak.
  • Masyarakatnya jahil dan tidak boleh membaca dan menulis
Untuk lebih memahami lagi kami akan membahas Pada Pembahasan yaitu Arab Pra-Islam.







1.2 Rumusan Masalah
1. Siapakah Orang Arab itu?
2. Bagaimana Keadaan Arab Pra- Islam?
2.2.1 Segi Sosial Budaya Arab?
2.2.2 Ekonomi dan Perdagangan?
2.2.3 Politik dan Pemerintahan?
2.2.4 Agama dan Kepercayaan?
1.3 Tujuan Penulisan
       1. Untuk Mengetahui Asal Usul dari Bnagsa Arab itu sendiri
2. Untuk Mengetahui Keadaan Arab Pra-Islam
2.2.1 Untuk Mengetahui Segi Sosial Budaya Arab
2.2.2 Untuk Mengetahui Ekonomi dan Perdagangan
2.2.3 Untuk Mengetahui Politik dan Pemerintahan
2.2.4 Untuk Mengetahui Agama dan Kepercayaan







BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Asal Usul Bangsa Arab
            Secara Etimologis kata Arab berasal dari kata ‘Araba artinya yang berani bergoyang atau mudah berguncang. Bangsa Arab maupun Israel termasuk dalam rumpun bangsa Semit atau Samyah. Nabi Ibrahim dianggap sebagai cikal bakal dari rumpun bangsa itu yang diduga berasal dari Babilonia.
Secara fisik bnagsa Arab tidak menunjukkan bentuk yang tunggal, karen aterdapat variasi yang berkaiatan dengan lokasi.. DiArab Utar fisik mereka mirip dengan orang Eropa, yang memiliki rambut agak kemerah-merahan, agak bergelombang, dan warna kulit agak cerah. Di Arab Tengah fisik mereka agak tambun, warna kulit cerah, rambut bergelombang dengna warn ahitam. Sedangklan Arab Selatan memilki bentuk hidung mancung dan melengkung, bagai patuk burung elang. Bentuk pipi menonjol, mata tajam agak terlindung tulang dahi. Rambut hitam dan bergelombang dengan warn kulit agak kelam.
Perkembangan bangsa Arab terbagi kepada dua kelompok besar, yaitu:
a. Arab Ba'idah, yaitu kelompok yang telah punah sejarah mereka telah terhenti bersama dengan punahnya mereka dipermukaan bumi, seperti bangsa Ad dan Tsamud.
b. Arab Musta'rabah (Arab Campuran), yaitu keturunan suku Ad-nan yang umumnya mereka tinggal di hijaz. Mereka adalah keturunan nabi Ismail as.
Kehidupan orang-orang Arab sebelum Islam sering disebut dengan kehidupan Jahiliyah. Akan tetapi, jahiliyah dalam pengertian suatu tata kehidupan yang terlapas dari nilai-nilai ajaran Agama, wlaupun masyarakatnya menganut agama.


2.2 Arab Pra-Islam
2.2.1 Segi Sosial Budaya Arab
Sistem sosial masarakat Arab mengikuti garis bapak (patrilinial) dalam memperhitungkan keturunan, sehingga setiap nama anak dibelakangnya selalu disebutkan nama bapak. Bahkan secara beruntun nama bapak-bapak mereka dicantumkan  dibelakang nama mereka dan dikaitkan dengan status dalam keluarga , yaitu bin yang berasal dari kata ibnu yang berarti anak laki-laki. Bagi anak perempuan  tentu saja disebut binti, yang berarti anak perempuan. Orang-orang Arab sangat bangga dengan rentetan nama-nama dibelakang  nama mereka. Dalam sebuah kabilah atau suku bangsa mereka terikat oleh bapak moyang mereka yang sangat dihormati. Sekelompok orang yang berada dalam satu garis keturunan dengan moyang yang sama biasa disebut sebagai satu keluarga besar dengan sebutan Bani (anak keturunan), kalueangsa atau dinansti tertentu Dalam sistem masarakat Arab yang sederhana sebuah kabilah dikepalai seoarang ternama sebagai seorang patriarkh atau seoarang bapak utama atau perimus interpares, dengan julukan sekh.
Masyarakat Arab sebelum Islam adalah masyarakat feodal dan sudah mengenal sistem perbudakan. Sistem kekerabatanya adalah sistemk partilinial (Patriarchat-agnatic), yaitu hubungan kekerabatan yang berdasarkan garis keturunan bapak. Wanita kurang mendapat tempat yang layak dalam masyarakat. Bahkan tidak jarang apabila mereka melahirkan anak perempuan, mereka merasa malu dan hina mereka kuburkan hidup-hidup, seperti yang dinyatakan dalam ayat Al-qur'an surat An-Nahal Ayat 58-59; artinya : dan apabila salah seorang diantara mereka dikabarkan dengan kelahiran anak perempuan, lalu merah pada mukanya, sedang ia berduka cita. Ia menyembunyikan diri dari kaumnya, karena kejelekan berita tersebut, apakah anak perempuan tersebut terus dipelihara dengan menanggung hina atau dikubur hidup-hidup kedalam tanah. Ketahuilah amat kejam hukuman yang mereka lakukan.
Dengan demikian, akhlak masyarakat telah merosot sekali, sehingga sering berlaku hukum rimba; siapa yang perkasa ialah yang berkuasa, siapa yang bodoh diperas oleh yang pandai, siapa yang miskin dihisap oleh yang kaya. Masa inilah yang disebut dengan masa Jahiliya.
Jahiliyah (bahasa Arab: جاهلية, jahiliyyah) adalah konsep dalam agama Islam yang berarti "ketidaktahuan akan petunjuk ilahi" atau "kondisi ketidaktahuan akan petunjuk dari Tuhan" atau masa kebodohan (Qutb, Sayyid (1981). Milestones. The Mother Mosque Foundation. p.11, 19) Keadaan tersebut merujuk pada situasi bangsa Arab sendiri, yaitu pada masa masyarakat Arab pra-Islam sebelum diturunkannya al-Qur'an. Pengertian khusus kata jahiliyah ialah keadaan seseorang yang tidak memperoleh bimbingan dari Islam dan al-Qur'an.
2.2.2 Ekonomi dan Perdagangan
Terikat oleh keadaan geografis alam yang tandus kering dan gersang, maka pada umumnya kehidupan orang Arab sebelum Islam bersumber dari kegiatan perdagangan dan peternakan terkenalah beberapa kota di Hijaaz sebagai pusat perdagangan, seperti Mekkah, madinah, yaman dan lain-lainya,dikota Mekah sekali setahun diadakan keramaian yang ramai dikunjungi orang sekitarnya, sehingg dengan demikian Mekkah tumbuh menjadi kota dagang antar suku bangsa yang terdapat di sekitar Jazirah Arab samping itu, penduduk yang tinggal dipedesaan umumnya hidup dengan beternak kambing, biri-biri, unta. Ternak ini sekaligus merupakan bahan makanan bagi mereka. Hewan ternak ini mereka gembalakan dengan jumlahnya amat sedikit dan terbatas diJazirah Arab justru itu kehidupan para pternak selalu berpindah-pindah, sesuai dengan lahan tempat mereka perselisihan atau peperangan antar suku dengan yang lain disebabkan ternak. Disebabkan antar oleh karena memperebutkan lahan yang memiliki padang rumput dan air, demi mempetahankan kehidupan.
2.2.3 Politik dan Pemerintahan
Bangsa Arab sebelum Islam tidak pernah dijajah oleh bangsa asing, bahkan tidak pernah tercipta kesatuan politik di seluruh jazirah Arab. Kerjaan –kerajaan kecil yang terdapat di Jazirah Arab bahagian selatan umumnya berdaulat atas wilyah mereka yang sepit dan sebatas masyarakatnya. Mereka lebih suka hidup berkabilah-kabilah dan setiap kabilah atau suku diperintah oleh seorang Syaikh, yaitu seorang yang dianggap tertua dan berani di antara anggota kabilah tersebut. Oleh karena itu, tidak ada rasa solidaritas sosial yang menyeluruh bagi semua suku Arab, bahkan hubungan kerjasama antar suku hanya didasari atas kepentingan bersama, tanpa ada kepentingan bersama, sukar tercipta hubungan kerjasama antar suku atau antar kerjaan-kerajaan kecil yang terdapat di sekitar Jazirah Arab, seperti kerajaan Mu'in Himyar, Saba' Hirrah, gassan dan lain-lainya.
Kota Mekkah diperintah oleh suku quraisy, yang berasal dari keturunan qusai bin Kilab. Oleh karena itu mereka disegasni dan dihormati oleh suku-suku Arab lainnya. Semenjak masa qusai bin Kilab, pelaksanaan pemerintahan kota Mekkah berjalan dengan baik. Akan tetapi, pada masa Abd. Al-Dar, salah seorang anak Qusai bin Kilab, telah mulai timbul perselisihan antar anak Abd. Al-Dar dengan anak saudaranya Abd. Al-manaf. Perselisihan ini umumnya disebabkan oleh kota mekkah. Perslisihan ini berlanjut sampai dengan kelahiran Nabi Muhammada SAW.,walaupun dalam intensitas yang berbeda.
2.2.4 AGAMA DAN KEPERCAYAAN
                Sebelu Islam lahir dan dikembangkan dikawasan Padang Pasir Nejed yang melengkupi Mekah dan Madinah disan atelah berkembang agama Yahudi maupun Nasrani. Namun orang-orang Pribumi masih banyak memeluk keyakinan peyembahan brahala, yang terutama dipeluk oleh orang-orang Arab dari kabilah Quraisy di Mekah.
Mayoritas bangsa Arab sebelum Islam menganut kepercayaan yang menyembah berhala atau patung atau benda-benda lain yang dianggap mempunyai kekuatan gaib, seperti batu, pohon kayu, binatang dan sebagainya. Oleh karena itu, dikalangan mereka terdapat beberapa nama tuhan yang disembah seperti Uzza, Mana, Lata dan Hubal. Hubal adalah tuhan orang-orang keturunan suku Quraisy. Berhala ini berbentuk manusia. Ada sekitar 360 buah patung di sekitar Ka'bah yang disembah oleh orang-orang Arab sebelum Islam.
Terdapat pelbagai agama dan kepercayaan di Semenanjung Tanah Arab termasuklah Majusi, Nasrani, Yahudi dan Hanif, Berhala, Animisme dan Tahyul. Kepelbagaian ini berlaku kerana adanya pengaruh asing disamping menaruh harapan yang tinggi terhadap alam sekitar yang dipercayaan dapat mengawai dan membantu kehidupan seharian.
Kepercayaan Majusi disebarkan oleh orang Parsi yang menjajah Bahrain, Oman dan Yaman. Masyarakat Arab di kawasan ini turut memuja api sebagaimana diamalkan oleh Masyarakat Parsi.
Agama Nasrani disebarkan oleh orang-orang Rom yang menjajah Hirah dan Ghassan di utara Semenanjung Tanah Arab, mereka mempunyai kitab suci tetapi ajaran yang dibawa oleh Nabi Isa a.s telah dipinda berdasarkan kefahaman mereka sendiri. Najran merupakan pusat agama ini.
Agama Yahudi disebarkan oleh saudagar-saudagar yang berasal dari Palestine. Penganut asal agama ini ialah Bani Israeil. Mereka mempunyai kitab suci tetapi ajaran yang dibawa oleh Nabi Musa telah dipinda oleh orang-orang Yahudi. Mereka membohongi masyarakat Arab, dengan menyatakan agama mereka benar daripada Allah s.w.t.  Agama Yahudi bertapak di Yaman dan Madinah.
Disamping itu terdapat segelintir orang Arab yang menganut ajaran yang dibawa oleh Nabi Ibrahim a.s digelar Hunafa dan bertempat Makkah. Nabi Ibrahim dan puteranya Nabi Ismail a.s sampai di Makkah lebih awal. Maka ajaran Hanif mendahului ajaran Yahudi dan Nasrani di Arab.
Penganut agama-agama dari langit iaitu Hanif, Nasrani dan Yahudi dikalangan masyarakat Arab tidak ramai, mereka menjalani kehidupan berdasarkan ajaran yang dianuti kecuali penganut Yahudi didapati lebih kejam terhadap penganut ajaran lain.
Kepercayaan yang paling dominan di kalangan masyarakat Arab ialah penyembahan berhala. Penyembahan berhala mucul selepas kewafatan Nabi Ismail a.s  Masyarakat berkehendakan perantara bagi menghubungkan mereka dengan Allah s.w.t Mereka mencipta berhala-berhala daripada kayu-kayu dan batu dan diletakkan disekliling Kaabah. Penyembahan berhala muncul lebih awal dari agama Nasrani dan Yahudi. Masyarakat Arab menganggap penyembahan berhala adalah amalan nenek moyang mereka yang perlu dipertahankan.
Di samping mempercayaai berhala, masyarakat Arab percaya kepada anamisme dan tahyul. Objek cakrawala dan objek di bumi disembah sebagai menandakan pengharapan dan terima kasih ke atas apa yang mereka terima. Mereka memuja tukang tilik dan percaya tanda-tanda baik dan buruk yang ditunjukan sesuatu objek.
Disamping agama menyembah berhala diatas terdapat pula sebahagian kecil penduduk Mekkah dan sekitarnya yang menganut agama Hanafiyah, yaitu agama monotheisme yang dibawa oleh nabi Ibrahim as.

           








BAB III
KESIMPULAN
Asal-usul bangsa Arab dari rumpun Bangsa Semit. Menurut Hasan Ibrahim Hasan, perkembangan bangsa Arab terbagi kepada dua kelompok besar, yaitu:
a.  Arab Ba'idah, yaitu kelompok yang telah punah sejarah mereka telah terhenti bersama dengan punahnya mereka dipermukaan bumi, seperti bangsa Ad dan Tsamud.
b. Arab Musta'rabah (Arab Campuran), yaitu keturunan suku Ad-nan yang umumnya mereka tinggal di hijaz. Mereka adalah keturunan nabi Ismail as.
Kehidupan orang-orang Arab sebelum Islam sering disebut dengan kehidupan Jahiliyah. Akan tetapi, jahiliyah dalam pengertian suatu tata kehidupan yang terlapas dari nilai-nilai ajaran Agama, wlaupun masyarakatnya menganut agama.
Masyarakat Jahiliah tidak mempunyai peraturan hidup yang jelas, sebaliknya menurut hawa nafsu semata-mata.














DAFTAR PUSTAKA
Su’ud Abu. 2003. Islamologi, Sejarah Ajaran, dan Peranannya Dalam Peradaban Umat Manusia. Jakarta: Penerbit Rineka Cipta

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar